Putih yang Tersembunyi

Halte bus, menit kelima puluh dua. Si adik menunggu si abang sambil membaca novel Peter Pan yang baru saja ia beli beberapa hari yang ...




Halte bus, menit kelima puluh dua. Si adik menunggu si abang sambil membaca novel Peter Pan yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalu di pusat perbelanjaan buku. Ia telah membaca enam puluh halaman pertama tentang Peter yang sedang dalam perjalanan pulang ke Neverland.

Si abang tak kunjung juga datang. Disela-sela menunggu sambil membaca begini, si adik tiba-tiba teringat pada ucapan-ucapan si abang beberapa waktu yang lalu.

“Suatu hari nanti, abang ingin punya kuda hitam yang besar. Ketika sore hari abang bisa jalan-jalan dengan kuda hitam itu. Abang juga ingin punya kapal, seperti di kota Venesia, Italia, pergi kemanapun menggunakan kapal.”

Sedangkan si adik, justeru tak menginginkan kendaraan apapun untuk bepergian. Si adik hanya ingin terbang, seperti Peter Pan dengan serbuk ajaibnya.
Langit pekat, tak lama kemudian hujan turun. Hujan turun tak begitu deras namun rintiknya stabil membasahi.

“Yah ... hujan,” ucap si abang sambil menghampiri si adik dengan baju yang sedikit basah.
“Kenapa dengan hujan bang? Tadi adik kesepian, adik berdoa agar ditemani rintik hujan, Allah baik, doa adik dikabulkan,” ucap si adik dengan tangan menengadah menampung rintik hujan.
Si adik si penggila hujan.
Jika hatinya tengah sepi dan ingin suara yang menemani, satu-satunya hal yang ia inginkan hanya turunya hujan.

“Jika suatu hari nanti abang berada di belahan dunia mana, yang berbeda dengan adik, lalu turun hujan, itu berarti adik tengah kesepian dan adik telah ditemani hujan,” ucap si adik sambil tersenyum.
Si abang hanya menanggapi pernyataan si adik dengan senyuman.

Ia heran mengapa ada perempuan dengan fantasi tak terkira seperti si adik. Namun si abang sangat beruntung telah mengenal si adik. Perempuan yang baru saja ia kenal, yang begitu istimewa. Perempuan si penggila hujan dan banyak hal fantasi lain yang tak terpikirkan dengan orang lain namun terpikirkan olehnya. Ia si adik dengan segala kerancuan yang ada.


Ya Allah, sekiranya aku jatuh cinta. Maka jatuhkanlah cintaku pada seseorang yang melabuhkan cintanya kepadaMu. Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu.


Tiba-tiba saja si adik berdoa dalam hati, akibat ia terlalu lama memandang wajah si abang yang tengah bingung karena hujan. Arah matanya tak bisa berpaling barang seinci, ia selalu senang melihat tiap detail wajah si abang.
***

Si adik tidak begitu mengenal si abang sejak pertama kali masuk kuliah. Mereka saling tahu satu sama lain namun sebatas senior dan junior saja. Si abang adalah seniornya di kampus. Si abang yang terkenal memiliki sifat pendiam dan cuek membuatnya sulit mencari alasan untuk berkenalan lebih dulu.

Mereka dari satu jurusan yang sama. Kebetulan mereka memilih jurusan yang mereka sendiri sama sekali tidak mengerti. Sebelumnya tak pernah mereka belajar tentang jurusan ini di bangku sekolah menengah atas.

Si adik hanya perempuan biasa, namun selalu dibilang istimewa oleh banyak orang yang dekat dengannya. Ia memiliki sifat yang supel dan mudah bergaul. Kebanyakkan orang sangat mudah dekat dengannya karena mereka merasa nyaman. Ia seseorang yang polos dan acap kali menimbulkan gelak tawa. Ia berbicara selalu dengan ekspresi yang kadang aneh dan lucu, membuat siapa saja terhibur.
Sejak pertama kali mengenal lebih dekat dengan si abang, si adik merasakan ada kerancuan lain dalam hatinya.

Jika sehari saja tak melihat wajah si abang hatinya bergetar, menggelitik, meronta dan gundah. Kampus adalah tempat satu-satunya ia bisa bertemu dengan si abang. Ia sering kali melihat si abang dari kejauhan. Entah pada waktu keberapa tepatnya, si adik mulai menunjukkan perasaan yang lebih dari sekedar mengenal senior saja.

Ia kadang tersenyum sendiri saat dari kejauhan melihat si abang tengah bersama teman-temannya tertawa bercanda. Jika si abang tengah bersanda gurau, ia ikut merasakan sanda gurau itu. Entah maksud apa, ia pun ikut berbahagia.

Ia merasakan semakin berjalannya waktu kedepan, semakin ia ingin lebih dekat lagi dengan si abang. Ini yang ia takutkan, tedensi akibat pertemanan antara perempuan dan laki-laki yang beresiko meleburkan api-api asmara.

Lama-kelamaan si abang dan si adik pun semakin dekat. Mereka semakin sering bertemu bahkan diluar jam kuliah. Ketika akhir pekan tiba, mereka acap kali pergi keluar sekedar pergi ke  pusat perbelanjaan toko buku, membeli buku bersama. Mereka juga sering ke perpustakaan, bercerita hingga petang, atau bercerita hingga azan berkumandang.

Si adik sangat kagum dengan si abang yang begitu taat dengan agama. Si adik ingin belajar banyak dari si abang. Ia banyak bertanya apapun tentang Islam kepada si abang. Si abang enam tahun mengecap bangku pesantren di luar Sumatera. Ia tentu telah jauh lebih dulu paham tentang agama dibandingkan si adik. Si abang adalah salah satu  anggota rohis fakultas di kampusnya. Ia juga mempunyai peran penting dalam organisasi Islam itu. Tiap-tiap tingkah lakunya selalu jadi panutan bagi anggota yang lain. Ia bagaikan roh dalam keanggotaan organisasi Islam di fakultasnya itu.

Semenjak masuk bangku kuliah, si adik lebih mendekatkan diri kepada Sang pencipta. Ia mulai rajin membaca buku agama, mulai rajin bertanya, dan berdiskusi tentang syariah Islam dengan kelompok mentor di fakultasnya. Ia telah konsisten berhijab. Sebelumnya, ketika duduk di bangku sekolah menengah atas si adik telah berhijab, namun hanya sebatas di lingkungan sekolah saja.
Dulu, si adik sangat jauh dari sifat feminin. Ia tidak menyukai boneka dan tidak menyukai cokelat. Sehari-hari baju yang ia kenakan hanya kaos saja dan mengenakan sepatu kets hitam biasa. Ia tidak menyukai sesuatu yang rumit.

Namun kini, semenjak menjadi seorang mahasiswi, perlahan sifat cuek si adik terhadap diri sendiripun memudar. Selain ia lebih konsisten menggunakan hijab, ia juga senang mengenakan rok ketika kuliah, terlihat berbeda dan terkesan anggun.

Pernah suatu ketika, si abang bercerita tentang seorang perempuan yang dahulu sempat mengisi hatinya yang kosong. Si abang sempat menjalin ikatan hubungan cinta dengan perempuan itu. Si abang sadar atas kesalahannya yang tak mampu menahan diri atas gejolak-gejolak remaja modern ini. Hubungan ikatan antara perempuan dan laki-laki yang sering disebut dengan pacaran tidak diperbolehkan dalam Islam.

Dulu, si adik juga sempat menjalin hubungan sama halnya dengan si abang. Namun ketika itu si adik masih menginjak bangku sekolah menengah atas yang tak begitu mengerti tentang sebuah ikatan hubungan percintaan. Semenjak itu si adik tak pernah lagi bisa meleburkan api asmaranya yang sempat padam dan tak kembali. Si adik sulit merasakannya kembali. Si adik termasuk perempuan yang tak begitu mempermasalahkan soal hati. Ia lebih memilih memendam apa yang ia rasakan.

Ketika si abang bercerita tentang perempuan yang sempat menjalin hubungan dengannya itu, si adik mengambil perhatian penuh dan sangat menanti-nanti tiap-tiap cerita yang keluar dari mulut si abang. Dengan wajah yang serius memerhatikan dan dengan telinga yang siap mendengar apapun cerita si abang, si adik begitu antusias. Barangkali ia begitu penasaran tentang perempuan mana yang bisa membuat si abang menjalin hubungan percintaan pertamanya.

Si abang sempat bercerita bahwa ketika dulu ia menjalin hubungan itu, ia sempat diberi nasihat-nasihat oleh pengurus dan anggota rohis lain di fakultasnya. Ia menjalin hubungan yang ia sendiri tahu, jika itu dilarang oleh Islam. Ia sadar banyak sekali larangan-larangan yang datang.

Si abang rupanya memiliki sifat empati terhadap perempuan itu, ia megajari apa-apa yang perempuan itu tidak ketahui. Meskipun banyak larangan begitu menderu kepadanya akibat hubungan itu, si abang tetap sabar dan terus menjalin hubungan hingga empat bulan lebih.

Setelah lepas dari hubungannya terdahulu, si abang memilih untuk tidak terlalu memikirkan persoalan hati. Ia lebih memikirkan untuk fokus menjalani perkuliahan dan karirnya. Ia tak begitu mempersoalkan tentang pasangan. Walaupun begitu, seiring berjalannya waktu, si adik dan si abang nyatanya tak mampu menghindari perasaan-perasaan yang mungkin saja bisa terjadi.

Si adik tak pernah tahu tentang perasaan si abang apakah sama halnya dengan apa yang ia rasakan. Dalam diam, hanya rangkulan-rangkulan doa yang berbicara. Dalam diam hanya menggantungkan harapan kepada sang pemilik harap.

Si adik sempat membaca buku dengan kutipan tentang pernikahan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, berkata bahwa Rassulullah SAW bersabda: “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul iman, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As silsilah Ash Shahihah no 625).

Si adik hanya mampu menyimpan perasaan itu dalam diam. Ia berharap tak ada seorangpun yang tahu. Ketika ia berbicara dengan si abang, satu yang ia takutkan adalah tak mampu menyembunyikan sinar-sinar mata yang terlalu berharap. Matanya yang begitu lama melabuhkan pandangan kepada si abang. Terlebih, gerak-gerik si adik sangat mudah di tebak. Jika ia tengah senang matanya berbicara, jika ia tengah sedih pun juga demikian.

Si adik mencoba membunuh tiap-tiap perasaan yang membuatnya semakin menginginkan hal lain dari sebatas pertemanan belaka. Ia mencoba menahan diri, namun tak melupakan perasaan yang selama ini tumbuh dan berkembang. Ia mencoba sabar. Ia menganggap jika harus puasa hati untuk hal yang lebih baik di kemudian hari, ia rela untuk terus puasa hati demi si abang.

***
Ya Allah, yang maha pengampun lagi maha penyayang, aku mencintaiMu, tapi kini cintaku pun melihat pada hambaMu. Maafkanlah aku, ampunilah aku, lepaskanlah cintaku darinya agar aku bisa lebih utuh mencintaiMu. Jika ia jodohku, mudahkanlah aku untuk bersamanya, sehingga aku kembali fokus kepadaMu. Jika dia bukan jodohku mudahkanlah aku melupakannya dan kuatkanlah cintaku kepadaMu dan mudahkanlah aku untuk semakin mencintaiMu.

Ketika doa-doa di ucapkan di sepertiga malam si adik, ia harap mampu memberi jalan kepada arah hatinya yang tengah gundah. Si adik takut terlalu dalam mencintai hamba Allah melebihi cintanya kepada Allah SWT.

Sebagaimana yang telah tertuliskan dalam kitab Lauh Mahfuz, kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario atau catatan kejadian di alam semesta, begitupun tentang jodoh yang telah tertulis disana. Si adik hanya memberi ruang kepada hatinya agar tak terlalu berharap. Karena tempat menggantungkan segala harap hanya kepada sang pemilik harap.

Si adik sempat bertanya kepada kakak mentor Islam di kampusnya tentang apa hukumnya jatuh cinta dalam Islam.
Jika menyukai, segera menikahi, kalau belum mampu, cukuplah mencintai dalam diam. Demi menjaga kesucian dirimu dan kesucian dirinya.

Begitu ucapan kakak mentornya ketika itu yang selalu di ingat oleh si adik. Jika merasakan gejolak yang dalam begini, si adik selalu teringat akan kisah Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan untuk mempersilahkan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Romantika kisah cinta Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra sangat menjadi contoh yang baik untuk kisah umat manusia dalam hal mencintai. Diam adalah emas, begitupun dengan perasaan yang bisa menjadi emas ketika diutarakan tepat pada waktunya. Ketika pasangan manusia telah menyentuh titik halal. Segala hal yang dahulu disimpan rapat-rapat akan terkuak dengan berlapis kebahagiaan. Kesabaran menanti, seperti kesabaran Ali Bin Abi Thalib menanti Fatimah yang walaupun telah banyak dilamar oleh laki-laki lain. Ia mempersilahkan, juga terselip pengorbanan. Namun laki-laki yang sesungguhnya ditunggu-tunggu oleh Fatimah Az-Zahra adalah Ali Bin Abi Thalib. Begitu halnya jodoh, bagaimanapun rintangannya akan kembali bersatu jua.

Cinta dalam Islam berhulu iman, bermuara takwa yang mengalir ketulusan dan kejujuran, berpegang pada kesetiaan dari sejuta pengorbanan.

Si adik sangat kagum dengan kisah mereka. Sempat terpikir oleh si adik jika mampu memilih sikap demikian sabar dan diam, tentu kalimat semua akan indah pada waktunya akan terwujud.
Jodoh itu mengenai keseimbangan, dan bukan sekedar mengenai kecocokan dalam selera saja. Keseimbangan itu meliputi persamaan dan perbedaan. Segala hal yang bertolak belakang antara si adik dan si abang tentu menjadi hal yang seharusnya akan seimbang.


***
Jika saja aku boleh berbicara...
Bersama abang, adik mampu menghilangkan rasa khawatir. Bersama abang, tak ada rasa takut kan hadir. Bersama abang, adik bisa menjadi pengikut yang baik.
Hal yang paling adik inginkan adalah sholat dibelakangmu bang, menjadi makmum. Harapan adik juga bisa menyiapkan makanan sepulang abang bekerja sembari menghibur dengan kerancuan adik yang barangkali bisa melepas rasa penat abang akibat hiruk pikuknya dunia.

Abang,
Jika Allah mengizinkan, bahkan kita akan bertemu pada waktu yang tak pernah terpikirkan.
Hening.
“Dik, kok malah melamun sih? Hujannya sudah reda, berarti adik tidak kesepian lagi kan? Yukkita pergi,” ucap si abang sambil melangkah turun dari halte bus.
Si adik mengangguk sambil tersenyum dan mengikuti jejak si abang dari belakang.

(Baitijannati, 09/06/2014)
  Salam, 
Beeoni

COMMENTS

Name

Artikel,4,Cinta,2,featured,1,Perjalanan,6,Sastra,10,Ulasan,1,Whats Up,3,
ltr
item
Beeoni.id: Putih yang Tersembunyi
Putih yang Tersembunyi
https://4.bp.blogspot.com/-vh5hgOnHMp8/WvmqkLxZndI/AAAAAAAAAYc/RdrW1LVsLMoacXTgq2tpVg7LqbmTDkimwCLcBGAs/s640/geranium-3391353_1920.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-vh5hgOnHMp8/WvmqkLxZndI/AAAAAAAAAYc/RdrW1LVsLMoacXTgq2tpVg7LqbmTDkimwCLcBGAs/s72-c/geranium-3391353_1920.jpg
Beeoni.id
http://www.beeoni.id/2018/05/putih-yang-tersembunyi.html
http://www.beeoni.id/
http://www.beeoni.id/
http://www.beeoni.id/2018/05/putih-yang-tersembunyi.html
true
4175370477215326437
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy